Seni & Budaya

Anom Suroto: Kresno Gugah

 

Wiracarita Mahabharata, ia dikenal sebagai tokoh raja yang bijaksana, sakti, dan berwibawa. Dalam pewayangan Jawa, Prabu Kresna merupakan Raja Dwarawati, kerajaan para keturunan Yadu atau Yadawa dan merupakan titisan Dewa Wisnu. Kresna adalah Anak dari Dewaki atau Dewi Mahendra (putri Dewaka saudara laki-laki Ugrasena) dengan Basudewa, Raja Mandura. Bernama kecil Raden Naryana.

Perkembangan cerita Kresna pada masa tertentu dan dalam cerita pewayangan sedikit mengalami perubahan dari cerita aslinya Bharatayuda dan mempunyai beberapa versi cerita. Dalam Serat Pakem Padhalangan Wayang Purwa, lakon Wisnu Nitis atau Lahiripun Kangsa (Naskah Reksapustaka Surakarta Nomor D.79:2349-252), diceritakan demikian; Atas perintah Sang Hyang Guru, Hyang Wisnu menjelma ke marcapada bersama Bathara Laksmanasadu dalam wujud ular naga.

Hyang Basuki ingin ikut menjelma, Sang Hyang Brama mendukungnya. Sang Basuki dan Bathara Laksmanasadu bersatu menjelma bersama. Harimau putih dan ular naga datang di hutan tempat Basudewa berburu. Harimau putih musnah oleh panah Basudewa. Jasmaninya masuk ke Dewi Kunthi isteri Pandhu, beranak Arjuna. Naga juga mati oleh panah Basudewa, roh halusnya merasuk kepada Dewi Rohini juga istri basudewa, lahirlah Kakrasana atau Baladewa yaitu jelmaan dewa Bathara Basuki dan Bathara Laksmanasadu. Diceritakan pula bahwa isteri Basudewa yang lain Dewi Angsawati atau Mahera dengan Prabu Gorawangsa raja Jadingklik melahirkan adalah melahirkan Kangsa. Juga istri Basudewa Badraini mempunyai anak, diberi nama Sumbadra (Hadikaryoso, 1982: 30-32) Kakrasana dan Kresna diasuh oleh Buyut Antagopa atau Buyut Nandagopa di Widarakandhang.

 
loading...

Pages: 1 2 3

 
KOMENTAR ANDA

TERPOPULER

Copyright © 2017 - Analisis.id

To Top