FIKSI & DIARY

Menulis & Coding Membantu Kesembuhan Stroke

 

Setelah Senin pagi kemarin di kliwung sama dokter syaraf pengganti, pagi tadi saya akhirnya bisa konsultasi kesehatan mengenai perkembangan kesembuhan penyakit stroke. Kemarin Senin memang sempat bete berat, karena sedang menunggu print out hasil lab, dokternya justru kabur entah kemana. Akhirnya, gagal lah hari Senin kemarin untuk mengetahui rapor kesehatan saya di bulan ini.

Alhamdulillah, pagi tadi, tepat jam 9 sebagaimana yang kami janjikan, saya dapat bertemu dengan dokter syaraf langganan yang selama ini mendampingi perawatan stroke saya. Berdasarkan hasil lab, ada hal yang sangat menggembirakan bagi saya dan Istri. Dengan tersenyum cerah, bu dokter menjelaskan bahwa rapor kesehatan saya untuk bulan ini sangatlah bagus. Fungsi jantung, ginjal, gula, tensi dsb semuanya bagus.

Setelah pemeriksaan rutin, Bu Dokter menyatakan bahwa nyaris jejak-jejak serangan stroke beberapa bulan kemarin sudah tidak terlihat sama sekali.

Syahdan, ketika saya bersama istri tercinta ngobrol dengan beliau sambil sang Dokter menulis resep, Sang Dokter bertanya terapi apa selama ini yang saya gunakan. Saya hanya bisa menjawab singkat sambil melirik istri tercinta, “itu gara-gara ketekunan istri yang selalu menjaga pola makan saya”.

Sang Dokter lebih lanjut bertanya, “selain itu, terapi apa lagi?” Saya hanya bisa menjawab yang sebenarnya, bahwa “nyaris setiap hari saya menulis di analisis.id ataupun melakukan coding untuk menyempurnakan penampilan beberapa situs dan aplikasi online yang saya kendalikan”.

Ternyata berdasarkan pendapat dokter, menulis dan melakukan coding adalah bagian dari terapi otak yang sangat bagus khususnya bagi saya. Apalagi ketika saya melakukan kedua pekerjaan tersebut benar-benar membuat saya bahagia.

Dengan melakukan kedua kegiatan tersebut diatas, otak selalu saya asah, karena menulis itu merupakan kegiatan yang sangat tidak mudah, apalagi coding yang demikian rumit dan harus memeras otak setiap waktu. Menghadapi algoritma yang rumit akan memaksa otak saya berolah raga luar biasa keras.

Padahal, beberapa bulan yang lalu, diawal serangan stroke dan jantung, jangankan mengingat algoritma matematis, lha wong kepada anak dan kolega-kolega saya saja sudah lupa babar blas. Cuma istri lah yang saya ingat dan Insyaallah tidak akan pernah saya lupakan. Berjalan sendiri pada waktu itu nyaris mustahil. Berdiri dan menegakkan tubuh saja susahnya luar biasa.

 
loading...
 

TERPOPULER

Copyright © 2017 - Analisis.id

To Top