FIKSI & DIARY

Mudik Sebagai Ajang Pamer Kesuksesan

 

Benar-benar menyedihkan perilaku kita semua disaat mudik. Banyak diantara kita yang sangat kentara bahwa mudik dijadikan ajang untuk memamerkan eksuseasan hidup di rantau orang.

Saya banyak melihat fenomena memprihatinkan ini ketika mudik. Gaya hidup yang tiba-tiba menjadi sok kaya, ugal-ugalan dan sok moderen.

Tongkrongan dan tangkringan top habis. Mobil berjajar di depan rumah-rumah sederhana warga ataupun kerabat kampung kami. Gemerlap para pria dan wanita yang mengenakan baju layaknya pesta banyak mewarnai kampung kami.

Yang sangat menyedihkan adalah perilaku urakan dan ugal-ugalan pun diimpor ke kampung-kampung kami yang pada umumnya santun dan sederhana ini.

Kedungdoro dan Sumber yang dulu saya kenal ramah, santun dan sederhana, sekarang berubah menjadi sangat kekota-kotaan. Dimana-mana saya temukan pengendara motor bahkan mobil yang sangat urakan dan ugal-ugalan. Seperti sedang menonton arena balapan.

Memang tidak seharusnya seolah menuduh bahwa budaya kota identik dengan urakan dan ugal-ugalan. namun, sungguh sangat memprihatinkan bahwa kehidupan mereka di kota bisa mengubah drastis perilaku kampung kami yang dulunya sederhana, santun dan ramah menjadi demikian borjuis. beringas dan menakutkan.

Semuanya memang tergantung pada diri individu masing-masing.  Mudik seyogyanya dijadikan ajang silaturahmi, nglumpukke balung pisah, berbagi pengalaman dan wawasan yang positif.

Sungguh mudik kali ini membuat saya semakin prihatin dan ngeri luar biasa. Saya sebenarnya ikut bersyukur dan bergembira atas keberhasilan saudara-saudara kami, namun sangat prihatin dengan perubahan tiba-tiba mereka semua.

 
loading...
 
KOMENTAR ANDA

TERPOPULER

Copyright © 2017 - Analisis.id

To Top