FIKSI & DIARY

Jika Rokok 50 Ribu Per Bungkus

 

Lha yo mbok dipikir maneh. Kalau rokok mau diundhakke jadi 50 ribu perbungkus, dampaknya bisa sangat besar baik dalam hal dalam aspek persahabatan, dampak sosial, dampak ekonomi, dan sishankam.

Dalam aspek persahabatan, nanti akan banyak yang berantem antara para perokok berat (yang hobi memberatkan rokoknya temennya, karena suka membebani temanya dengan cara rokoknya numpang terus) VS para perokok yang hobi beli pakai duit sendiri.

Dalam aspek sosial, gara-gara rokok jadi Rp.50 ribu sebungkus, nanti nggak ada lagi uang rokok bagi para punggawa yang hobi minta uang rokok pada masyarakat. Itu akan membuat semua urusan jadi susah atau bahkan mungkin akan semakin dipersulit. Dikasih uang rokok saja kadang urusannya masih bisa molor, apalagi jika nggak dikasih uang rokok.

Dalam aspek ekonomi, lah terus gimana nasibe para petani tembakau, buruh pelinting rokok dan para penjual rokok ketengan. Kalau harga rokok mundhak, kemungkinan besar akan banyak pabrik rokok gulung tikar, karena sudah nggak ada orang lagi yang sanggup beli rokok. kalau pabriknya gulung tikar, maka permintaan tembakau jelas akan banyak berkurang. Semua hasil panen tembakau nggak ada yang beli lagi. Jadi, akhirnya petani tembakau juga harus gulung tikar, apa ya sawahnya mau ditanduri duit saja. Seterusnya, kalau pabrik rokok pada gulung tikar, terus mau dikemanakan para buruh pelinting rokok? terus bagaimana dengan nasib para pengasong dan para pengecer rokok ketengan.

Aspek sishankam. Kalau harga rokok mundhak berkali-kali lipat, pasti nanti akan banyak muncul rokok ilegal, atau bahkan mungkin penyelundupan rokok. Ini jelas mengancam sishankam ditambah rata (Sistem Pertahanan Keamanan Rakyat Semesta).

Sumber Gambar: liputan6

 
 

TERPOPULER

Copyright © 2017 - Analisis.id

To Top