ANALISIS

Mengkonyoli Khotbah Politik Konyol Amien Rais

 

Ketua Majelis Ulama Indonesia Ma’ruf Amin menegaskan bahwa khotbah yang menjadi salah satu bagian ibadah bagi umat Muslim tidak boleh dipolitisasi untuk menyerang lawan politik. (Kompas, 12 September 2016)

Saya setuju dengan pendapat bijak ketua MUI ini. Semua ada ranahnya masing-masing. pada momentum khotbah hari raya Islam seperti ini, seharusnya Amien Rais tidak menggunakan kesempatan sebagus ini untuk menyerang lawan politik. Khotbah sebaiknya digunakan untuk mencerahkan umat dan mempertebal keimanan umat. Kalau mau menyerang lawan politik, sebaiknya dilakukan ketika berpidato politik, misalnya diarena rapat, Mukernas, tabligh akbar partai atau sejenisnya.

Sebagai orang jawa, Amien Rais haruslah empan papan, dan kalau mungkin sebagai salah satu inisiator reformasi, beliau harus menjadi seorang pendidik politik yang baik bagi seluruh rakyat Indonesia. Apalagi, beliau adalah salah satu Profesor Politik dari Gadjah Mada yang begitu besar dan sangat dihormati sampai dengan sekarang. Beliau haruslah menjadi guru politik yang baik karena profesor pada hakekatnya merupakan gelar setingkat begawan ilmu.

Dalam khotbahnya, Prof. Amien Rais menyatakan bahwa “Pilih yang jujur, yang cinta rakyat kecil. Yang bukan tukang gusur, bukan yang meladeni kepentingan pemodal,” kata Amien.

Saya setuju dan mengamini pendapat beliau ini. Tapi Beliau juga harus mengajarkan kejujuran terlebih dahulu, bahwa beliau adalah warga Jogja yang sangat tidak patut ikut ngisruh urusan politik di Jakarta yang bukan domisilinya. Walaupun dibungkus dengan alasan bahwa beliau warga Jogja yang sangat mencintai Jakarta, namun siapa di negeri ini yang masih ber KTP Indonesia yang tidak mencintai Jakarta? Semua warga Indonesia pastilah harus mencintai Jakarta, sebagai Ibukota Negara tercinta kita semua.

Namun, amat disayangkan jika kekisruhan politik pra Pilkada Jakarta yang semakin ruwet dan relatif brutal ini harus ditambah kisruh dengan cara yang tidak empan papan (pada tempatnya). Prof. Amien, sebagai seorang Guru Besar, Imam, ketua dewan kehormatan PAN, pemimpin Muhamadiyah, panjenengan harusnya mampu memberikan contoh yang baik, cerdas, amanah, jujur, dan layak dicintai rakyat kecil.

Nah pada momentum ini, saya jadi ikut ikutan mengkonyoli khotbah politik konyol Amien Rais, dengan cara yang konyol pula. Akhirnya, sayapun ikut menjadi salah satu makmum konyol dalam jamaah besar negeri ini.

Sumber gambar: Dakwatuna

 
loading...
 
KOMENTAR ANDA

TERPOPULER

Copyright © 2017 - Analisis.id

To Top