ANALISIS

Waspadai Skenario Adu Domba Para Pembenci Pancasila

 

Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), H Rumadi Ahmad mengungkapkan bahwa Pilkada DKI Jakarta telah berkembang ke arah yang cukup mengkhawatirkan. (nu.or.id, 13 Oktober 2016)

Mereka adalah kelompok pembonceng yang sengaja mengadu domba kasus Ahok. Siapakah mereka?

“Sebenarnya tidak terlalu sulit dikenali …. mereka bukan saja benci pada Ahok, tapi juga benci tatanan Negara ini, benci pada Pancasila, benci pada NKRI dan seterusnya yang dianggap sebagai sistem Negara thagut.

Saya sepakat dengan pendapat Rumadi Ahmad. Tujuan mereka tidak hanya Ahok. Mereka memiliki agenda yang jauh lebih besar. Kasus Ahok hanyalah pijakan untuk tujuan yang sangat besar yaitu akan menerapkan “Khilafah”.

Kelompok anti demokrasi, anti azas tunggal Pancasila dan pengibar bendera hitam ini sedang merapatkan barisan, dan kebetulan memiliki persamaan visi dengan anti – Ahok. Mereka akan menggerakkan semua kekuatan mesinnya untuk mengipasi kasus Ahok agar meledak menjadi peristiwa yang mengarah pada penghancuran total tatanan negara kita.

Sikap Keagamaan MUI, merupakan salah satu pintu masuk paling ideal, mudah dan murah bagi mereka untuk mulai bergerak menggolkan visi besar untuk dalam mengubah Indonesia menjadi negeri “Khilafah”. Negeri yang sangat mereka idamkan dan “preketek” dengan bangunan dasar negara kita yang dibangun dengan bersusah payah selama bertahun-tahun dengan perjuangan darah dan nyawa para pejuang kita.

Apakah disini MUI terlibat oleh gerakan mereka? Menurut saya tidak sejauh itu. MUI hanya sedikit kecolongan dengan provokasi yang dilemparkan oleh Ahok termasuk anti Ahok. Kemarahan MUI sebenarnya cukup beralasan, karena memang Ahok tidak sepantasnya memasuki ranah Agama yang tidak dia kuasai sama sekali.

Masalahnya, ketika sebagian pengurus MUI nampak terlalu bersemangat, Apalagi dengan mengumbar pernyataan keras di media apapun, maka MUI secara organisatoris mudah ditunggangi oleh kepentingan ormas yang berkeinginan mendirikan “Khilafah” di Indonesia.

Niatan awal MUI sebenarnya baik sebagaimana tujuan dasar MUI didirikan, yaitu untuk menjaga akidah umat. MUI ingin menjaga amanah yang diberikan oleh masyarakat agar MUI ammpu menjaga dan mengawal akidah umat. Sayangnya, MUI seolah kurang waspada atau bahkan tidak ambil pusing dengan kepentingan yang teramat besar, yaitu menjaga kesatuan Indonesia secara utuh. Negeri besar yang berisi beragam agama, ras, suku, dan juga mungkin kepentingan.

Sumber gambar: Kompasiana

 
 

TERPOPULER

Copyright © 2017 - Analisis.id

To Top