FIKSI & DIARY

Sebaiknya MUI Saja Yang Menjadi Hakim Tertinggi di Indonesia

 

Siapapun tidak boleh mengintervensi kasus Ahok. bahkan, Presiden Jokowi pun dituduh telah mengintervensi kasus Ahok, walapun sudah secara terbuka menyatakan tidak akan mengintervensi kasus Ahok. Hebatnya, setelah Presiden menurutinya dan secara terbuka menyatakan tidak bakalan mengintervensi, justru merekalah yang gantian melakukan intervensi dan penekanan. Satu bentuk ironi nyata di Indonesia.

Semua proses penyelidikan oleh Polri dianggap pasti bias dan hanya ingin menguntungkan pihak Ahok. Semua saksi yang dihadirkan oleh Polri dianggap tidak kompeten dan berlaku, bahkan dicurrigai sebagai cari-cari alasan untuk membebaskan Ahok. Jadi, intinya hanya fatwa MUI yang boleh dijadikan rujukan untuk kasus tuduhan penistaan agama oleh Ahok.

Lhoh, katanya ingin menegakkan hukum dan keadilan, jika pihak tertuduh tidak boleh menggunakan saksi meringankan, apakah ini yang dinamakan adil? Terus ukurannya adil apa? Jadi yang dimaksud adil adalah Ahok harus masuk penjara gitu?

Indonesia itu negara hukum. Jika hanya berdasarkan fatwa saja kemudian semua permasalahan hukum dijamin terbereskan. ya sudah bubarkan saja semua lembaga yudikatif. Angkat saja MUI menjadi lembaga yudikatif, paling tidak minimal menjadi lembaga kehakiman tertinggi di Indonesia.

 
 

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan Analisis.id. Dilarang berkomentar berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Analisis.id berhak untuk menghapus kata-kata yang berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan.

TERKINI

Copyright © 2017 - Analisis.id

To Top