ANALISIS & OPINI

Rizieq – Bertamengkan UU Nomor 9 Tahun 1998 Untuk Demo 212

 

“Tanggal 2 Desember adalah unjuk rasa yang dilindungi UU nomor 9 tahun 1998, siapapun orang di Indonesia tidak boleh melarang atau menghadang unjuk rasa yang dijamin UU, Presiden sekalipun,” ujar Rizieq, (Detik.com, 23 Nov 2016).

Hebatnya, Rizieq juga menyitir pasal 18 ayat 1 dan 2 UU 9 yang berbunyi “barang siapa menghalangi atau menghadang unjuk rasa damai dengan kekerasan, yang dilindungi UU itu dipidana 1 tahun penjara.” Ini merupakan jawaban Rizieq pada Kapolri.

Bagaimana dengan alasan Kapolri untuk melarang demo 212 karena pertimbangan mengganggu ketertiban umum. Saya kemudian menelusur kira-kira pasal mana yang menjadi dasar pertimbangan Kapolri.

Dikarenakan, aksi ‘Bela Islam Jilid 3’ dimulai dengan sholat Jum’at berjamaah sepanjang Sudirman-Thamrin, dari Semanggi hingga Istana dengan khotib di (bundaran) Hotel Indonesia.  Kemungkinan salah satunya adalah Undang-Undang Ketertiban Umum, Nomor 38 Tahun 2004 Tentang Jalan, pasal 63 ayat 1, sebagai berikut:

Setiap orang yang dengan sengaja melakukan kegiatan yang mengakibatkan terganggunya fungsi jalan di dalam ruang manfaat jalan, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 ayat (1), dipidana dengan pidana penjara paling lama 18 (delapan belas) bulan atau denda paling banyak Rp 1.500.000.000,00 (satu miliar lima ratus juta rupiah). 

 
loading...

Pages: 1 2

 

TERPOPULER

Copyright © 2017 - Analisis.id

To Top