FIKSI & DIARY

Mutlak Mengandalkan BPJS, Mau Berobat Seperti Sebelumnya Ya Jelas Nggak Kuat

Mutlak Mengandalkan BPJS, Mau Berobat Seperti Sebelumnya Ya Jelas Nggak Kuat
 

Nah, ternyata ada hikmah dibalik semua kejadian. Saya sekaang rajin ke Puskesmas untuk berobat, karena sudah nggak mampu untuk berobat ke JIH lagi. Pakai BPJS, ternyata nyaris semuanya gratis. Pelayaannya pun lumayan bagus.

Masalah dokter spesialisnya masih belum tersedia di Faskes yang terdaftar di BPJS kami, ya harus saya maklumi. Namanya saja nyaris gratis kok minta yang aneh-aneh.

Istri saya kemudian mencoba tanya-tanya kepada petugas Puskesmas, apakah mungkin fasilitas BPJS untuk periksa ke JIH? Alhamdulillah, petugas puskesmas tersebut menyatakan bisa setelah mendapatkan rujukan dari Faskes di BPJS kami.

Wajar istri saya tanya ndridil, karena mungkin prihatin dengan kesehatan saya, sekaligus juga menjadi tugasnya untuk mengatur semua anggaran keuangan kami yang sangat terbatas dan saldonya nyaris kering kerontang. Itu mungkin salah satu solusi terbaik menurut istri saya.

Kalau bagi saya sendiri, sebenarnya tidak ingin istri dan anak saya terlalu merisaukan kesehatan saya. Insyaallah saya akan cukup mampu bertahan minimal sampai dengan menyiapkan agar mereka bisa mandiri dengan warung yang akan mereka buat. Data empiris, saya dulu banyak dihantam berbagai penyakit yang cukup berat, ternyata sampai dengan saat ini masih meger-meger, walaupun mulai agak gampang ngos-ngosan dan terseok-seok.

Toh, yang paling banyak dibutuhkan dari saya bagi keluarga saat ini adalah otak saya. Secara fisik, saya sebenarnya nyaris sudah tidak terlibat dalam hal apapun dalam keluarga. paling-paling kalau saya ingin olah raga kecil-kecilan ya jalan beberapa ratus meter saja, atau bantu-bantu pekerjaan rumah kecil-kecil dan kembali tiduran atau paling-paling asyik melakukan sesuatu di depan laptop.

Kenapa saya fokus di depan laptop? Karena dari laptop inilah, saya dapat menyempurnakan situs kami, mencari peluang pendapatan lainnya dan faktanya cukup menghasilkan pendapatan yang lumayan untuk sedikit menutup kebutuhan rumah tangga kami.

Kami sekeluarga sepakat berbagi tugas. Saya bagian mikir urusan warung dan urusan situs, sementara istri dan Mytha akan fokus mengurusi warung dan kuliahnya. Mereka maklum akan kendala fisik saya, karena ketika saya coba ikut terlibat terlalu dalam secara fisik dalam urusan warung, maka hari berikutnya saya langsung tepar.

Saya berjanji pada mereka akan bertahan sekuat tenaga selama mungkin sesuai kemampuan saya saat ini. Sisanya ya pasrah saja pada “sing Nggawe Urip” dan selanjutnya ya Wallahu A’lam

Hanya Allah yang paling tahu apa yang akan terjadi esok hari dan kedepannya. Kita hanya wajib berusaha dan sisanya kita serahkan kepada Nya.

Jadi, walau untuk saat ini andalan kita hanya BPJS, kita harus yakin dan percaya bahwa saya akan bertahan cukup lama sampai dengan keluarga kami mampu mandiri tanpa harus tergantung pada saya. Isya Allah, keluarga kita akan mendapat ganti rezeki yang jauh lebih baik ketimbang saat ini dan sebelumnya. Yang menurut kita baik pada saat ini dan kemarin, belum tentu hal yang baik seharusnya. Ingat, Allah SWT lebih tahu apa yang terbaik bagi kehidupan hamba-Nya (QS. Al Baqarah: 216).

 

Perlu Untuk Anda Tonton/Baca Tayangan berikut Ini:

 
Fatal error: Call to undefined function mvpRelatedAtasPosts() in /home/analisis/public_html/isi/themes/mbahwo/single.php on line 1